Bab 2 Komuikasi Organisasional - Komunikasi Bisnis

Advertisemen

Secara umum, ada dua fungsi komunikasi dalam organisasi yaitu: Sebagai alat bantu yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan dan sebagai suatu alat untuk menyatukan semua anggota menjadi satu kesatuan yang kohesif.

Pengelompokkan Komunikasi Organisasi Berdasarkan Formalitasnya

Ditinjau dari segi formalitas, komunikasi organisasional dapat dikelompokkan menjadi komunikasi informal dan formal.
  • Komunikasi Informal: merupakan suatu proses komunikasi yang terjadi diantara para anggota organisasi tanpa menggunakan jalur komunikasi formal  yang berlaku di organisasi.
  • Komunikasi Formal: merupakan suatu arus komunikasi yang terjadi secara formal sesuai dengan struktur organisasi.

Ditinjau dari arhnya, komunikasi formal bisa dikelompokkan menjadi:

1. Komunikasi ke bawah merupakan komunikasi yang terjadi antara seseorang dengan bawahannya dalam suatu organisasi. Komunikasi ke bawah digunakan untuk menyampaikan informasi  mengenai pekerjaan , Hubungan pegawai dengan organisasi dan hubungan organisasi dengan dunia luar.

Beberapa alasan yang menyebabkan mengapa komunikasi ke bawah sering tidak berjalan dengan lancar:
  • Pertumbuhan perusahaan mengakibatkan terjadinya keterisolasian.
  • Tujuan tidak didefinisikan dengan jelas.
  • Manajer tidak berusaha untuk mengevaluasi kondisi komunikasi yang saat ini berlangsung.
  • Terjadi kebingungan siapa yang harus bertanggung jawab atas komunikasi tersebut.

2. Komunikasi Sejajar merupakan komunikasi diantara orang-orang yang mempunyai jabatan yang selevel tapi berbeda departemen. Beberapa hal yang menyebabkan komunikasi lateral tidak baik adalah adanya departementasi dan konflik antara individu yang ada di organisasi tersebut.

3. Komunikasi ke atas merupakan komunikasi dari bawahan ke atasan, dan biasanya dalam bentuk laporan, baik tertulis maupun tidak.

Beberapa hal yang menyebabkan komunikasi ke atas tidak efektif antara lain:

  • Semakin kompleksnya struktur organisasi.
  • Rasa takut bawahan untuk menyampaikan berita buruk kepada atasan.
  • Hubungan atasan dan bawahan.
  • Adanya filtrasi pesan sering mengakibatkan pesan tidak sesuai dengan yang sebenarnya.
  • Terjadinya bottleneck yang menghambat kelancaran arus informasi.

Pengelompokkan Komunikasi Organisasional Berdasarkan Polanya
Berdasarkan polanya, komunikasi organisasional dikelompokkan menjadi empat pola:

a. Pola Roda.
Dalam posisi ini, seseorang bertindak sebagai titik pusat semua proses komunikasi. Anggota kelompok lainnya berfungsi untuk menyampaikan dan menerima semua pesan melalui pemimpin komunikasi.

b. Pola Rantai.
Merupakan suatu pola yang terpusat, anggota lain berfungsi sebagai alat untuk menyalurkan informasi anatar titik pusat dengan orang-orang yang ada di ujung garis komunikasi.

c. Pola Lingkaran. 
Dalam pola ini, semua anggota group mempunyai kesempatan yang sama untuk melakukan komunikasi.

d. Pola Bintang.
Dalam pola ini setiap anggota mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan semua anggota lainnya.

Suasana Komunikasi

Beberapa faktor yang mempengaruhi suasana komunikasi antara lain:
  1. Pola komunikasi yang digunakan (sesuai keempat pola di atas)
  2. Gaya Manajemen
  3. Etika Komunikasi

Gaya Manajemen

Suatu hasil penelitian mengindikasikan adanya empat gaya dasar manajemen yaitu:
  • Directive Style
Pimpinan puncak yang menerapkan gaya ini cenderung mengambil sendiri semua keputusan, karena pimpinan berasumsi bahwa para bawahan tidak bisa dipercaya atau tidak mempunyai kemampuan.
  • Coaching Style
Pimpinan puncak cenderung memberi pengarahan dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh para pekerja.
  • Supportive Style
Pimpinan berasumsi bahwa para pekerja mempunyai kemampuan dan motivasi kerja yang tinggi.
  • Delegating Style
Pimpinan puncak memberikan kebebasan kepada pegawai untuk mengambil keputusan dan menjalankan pekerjaan masing-masing.

Etika Komunikasi

Dari segi moral, yang bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan antara lain:
  • Kode etik yang berlaku di perusahaan.
  • Melakukan asumsi (seakan-akan anda pihak lemah).
  • Pertimbangan apakah komunikasi yang dikalukan menguntungkan kedua pihak.
  • Mengkomunikasikan secara jujur.
  • Argumentasi yang manusiawi.
  • Mementingkan kepentingan organisasi.
  • Taktik penyampaian pesan yang baik.

Pengelolaan Komunikasi dalam Organisasi

Beberapa cara yang dapat digunakan dalam mengelola komunikasi rutin antara lain:

  • Mengurangi jumlah pesan semaksimal mungkin.
  • Memberikan intruksi yang jelas.
  • Mendelegasikan tanggung jawab.
  • Melatih keterampilan menulis dan berbicara.




Download - Bab 2 Komunikasi Organisasi.docx
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Yuli Agustiani - All Rights Reserved - Created By BLAGIOKE Diberdayakan oleh Blogger