Bab 3 Komunikasi Antar Budaya - Komunikasi Bisnis

Advertisemen
Bab 3 Komunikasi Antar Budaya - Komunikasi Bisnis


Dewasa ini lingkungan bisnis berubah dengan sangat cepat.Oleh karena itu maka saat ini sangat dibutuhkan keterampilan komunikasi yang dapat diterima dengan baik di semua budaya. Keterampilan yang dibutuhkan tersebut disebut Intercultural Communication” atau Komunikasi Antar Budaya.
Komunikasi Antar Budaya menurut Bovee & Thill adalah proses penyampaian dan  penerimaan pesan antara individu yang latar belakang budayanya mengarahkan mereka untuk menginterprestaikan pesan secara berbeda.

Tren yang Menyebabkan Pentingnya Komunikasi Antar Budaya

Ada dua  tren yang menyebabkan pentingnya komunikasi antarbudaya yaitu: Globalisasi dan Angkatan kerja yang beragam budaya.
  • Globalisasi.
Perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu factor uang mengakibatkan pasar global, Contohnya dengan kemajuan teknologi informasi maka rapat jarak jauh dapat dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di belahan dunia lain.
  • Angkatan Kerja dengan Beragam Budaya
Saat ini dengan terbuka pasar secara global maka angkatan kerja yang ada di suatu negarapun ikut mengalami perubahan. Di Indonesia dengan semakin banyaknya perusahaan yang berskala internasional beroperasi maka angkatan kerja dalam suatu organisasi akan menjadi angkatan kerja yang beragam budaya.

Memperbaiki Sensitivitas Antar Budaya

Budaya adalah simbol, kepercayaan, nilai, harapan dan norma perilaku yang dalam suatu masyarakat. Kelompok yang paling utama adalah budaya dimana anda berbagi beragam nilai dnegan orang-orang yang satu negara dengan anda.

Suatu kelompok yang ada dalam kelompok budaya utama disebut dengan sub budaya (subculture). Contohnya di  Indonesia yang merupakan suatu negara dengan berbagai macam subbudaya (terdiri dari berbagai macam suku dan agama) Sedangkan Jepang merupaka negara yang lebih homogen dibandingkan Indonesia atau Amerika.

Memahami Perbedaan Budaya

Menurut Bovee, Thill (2003) pada dasarnya konteks budaya dapat dikekompokkan menjadi konteks budaya rendah dan konteks budaya tinggi.
  • Negara yang tergolong ke dalam konteks budaya tinggi seperti misalnya Korea, Taiwan atau Indonesia, dalam berkomunikasi lebih menekankan pada komunikasi non verbal dari pada komunikasi verbal. Dalam masyarakat yang konteks budaya tinggi,peraturan, norma dalam kehidupan sehari-hari jarang dibuat secara eksplisit akan tetapi implisit.
  • Hal ini berbeda pada negara yang masuk kedalam kelompok konteks budaya rendah. Pada masyarakat negara ini dalam berkomunikasi, mereka lebih menekankan pada komunikasi verbal daripada komunikasi nonverbal untuk menjelaskan sesuatu. Dalam masyarakat yang konteks budaya rendah dalam proses pengambilan keputusan mencoba untuk memutuskan sesuatu secepat dan seefisien mungkin.

Perbedaan dalam Masalah Legal dan Etika

Konteks budaya juga mempengaruhi perilaku legal dan etika.Contohnya, dalam masyarakat yang rendah konteks budayanya lebih menghargai bahasa tertulis, oleh karena itu mereka menganggap persetujuan secara tertulis merupakan hal yang penting dan meningkat.

Agar pesan disampaikan dengan etis maka prinsip yang harus diperhatikan adalah:
1. Secara aktif mencari dasar yang sama.
2. Kirim dan terima pesan tanpa prasangka.
3. Kirimlah pesan dengan jujur.
4. Tunjukkanlah rasa hormat terhadap adanya perbedaan budaya.

Memperbaiki Kemampuan Komunikasi Antar Budaya

Ada berbagai cara yang dapat digunakan untuk memperbaiki kemampuan berkomunikasi agar efektif antara lain:
  • Mempelajari budaya lain.
Agar dapat berkomunikasi dengan baik menurut Zao dan Parks (1995) anda sebaiknya beriskap empati, menunjukkan rasa hormat, fleksibel, aktif berkomunikasi, perlakukan lawan bicara anda secara individual, mentoleransi adanya perbedaan.
  • Pelajari bahasa lain
Cara yang baik untuk dapat berkomunikasi dengan orang yang mempunyai latar belakang budaya yang berbeda adalah dengan mempelajari bahasa mereka. Apabila anda atau lawan bicara anda juga tidak dapat menggunakan bahasa Internasional maka untuk mengatasi hal ini kita dapat menggunakan penterjamah sebagai mediator.

Kesimpulan

Ada dua tren utama yang menyebabkan pentingnya kkomunikasi antar budaya yang dapat berkembang dengan cdepat karena kemajuan teknologi informasi. Dalam memperbaiki keterampilan berkomunikasi antar budaya seseorang dapat mempelajari budaya lawan bicara, mempelajari bahasa lain dan menghormati perbedaan budaya yang ada.



Download - Bab 3 Komunikasi Antar Budaya .docx
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Yuli Agustiani - All Rights Reserved - Created By BLAGIOKE Diberdayakan oleh Blogger