Bab. 8 Keterampilan Mendengar - Komunikasi Bisnis

Advertisemen
Bab. 8 Keterampilan Mendengar - Komunikasi Bisnis
Bab. 8 Keterampilan Mendengar - Komunikasi Bisnis


Keterampilan mendengar merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting bagi individu baik yang bergerak dalam bisnis maupun tidak. Dari hasil penelitian menurut Aditiawarman (2000) dalam suatu percakapan selama sepuluh menit, kita mungkin hanya mampu mengingat 50% dari percakapan yang kita dengar, dan kita sudah lupa informasi tersebut sehari kemudian.

Proses Mendengar
Terdapat proses yang terdiri dari 5 akativitas yaitu:
  1. Merasakan atau sensing.
Dalam tahap ini kita mendengar suatu suara tetapi kita mungkin mengalami kesulitan dalam memahami inforamsi yang terkandung dalam suara tersebut.
  1. Menterjemahkan atau interpreting.
Kita berusaha untuk mendengarkan suara denga baik agar dapat menangkap informasi yang terkandung di dalamnya.
  1. Evaluasi.
Setelah menerjemahkan suara yang kita dengar, kemudian kita membentuk suatu opini tentang suara atau pesan yang terkandung dalam surat.
  1. Mengingat.
Menyimpan informasi untuk digunakan dimasa yang akan datang merupakan tahap yang kita lalui setelah tahap evaluasi.
  1. Merespon.
Tahap-tahap diatas, maka kita akan memasuki tahap akhir yaitu memberi respon terhadap isi pesan.

Gaya Dalam Mendengar
Gaya dalam bahasa mendengar suatu pesan dapat dibedakan menjadi empat yaitu: mendengarkan isi pesan, mendengarkan secara kritis, mendengarkan untuk memahami perasaan pembicara, dan mendengar secara aktif.

Mengapa Tidak Terampil dalam Mendengar?
Menurut Steil (1991) salah satu yang menyebabkan keterampilan mendengar lemah dibandingkan dengan keterampilan komunikasi yang lain karena keterampilan mendengar tidak atau jarang sekali diajarkan disekolah, berbeda dengan keterampilan menuli dan berpidato.

Alasan Belum Terampil Dalam Mendengar.
Alasan tersebut antara lain (Pensore, 2004):
-          Kurangnya penddikan yang layak.
-          Perbedaan Persepsi.
-          Kesenjangan Waktu.
-          Perilaku yang pasif dan aktif.

Jenis Pendengar Yang Buruk.
Ada beberapa jenis pendengar yang buruk dalam lingkungan bisnis.
-          Si pura-pura (the faker)
-          Si Tukang bicara (the continual talker)
-          Pencatat yang cepat (the rapid writing note taker)
-          Pengkritik (the critic)
-          Si sibuk (I am in a hurry listener)
-          Pengkoreksi
-          Pendengar yang menyelesaikan kalimat pembicara.

Memperbaiki Keterampilan Mendengar
Langkah –langkah untuk memperbaiki keterampilan mendengar:
  1. Coba untuk menimbulkan minat terhadap topik yang dibicarakan.
  2. Mengevaluasi isi pembicaraan, bukan cara penyampaiannya.
  3. Menjaga emosi.
  4. Mendengar ide-ide
  5. Fleksibel.
  6. Selalu berusaha mengatasi hambatan.
  7. Bersikap terbuka.
  8. Selalu berusaha untuk melatih pikiran.
  9. Berusaha untuk menjaga kontak mata.
  10. Kadangkala melalui bahasa nonverbal yang digunakan oleh pembicara kita dapat memahami isi pesan meskipun kita tidak dapat mendengarkan isi pembicaraan dengan jelas.
  11. Berikan Feedback
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Yuli Agustiani - All Rights Reserved - Created By BLAGIOKE Diberdayakan oleh Blogger