INVESTASI DALAM MODAL KERJA PADA PT. TELKOM

Advertisemen
investasi dalam modal kerja dalam bidang kas, piutang dan persediaan
investasi dalam modal kerja dalam bidang kas, piutang dan persediaan

1.1    Latar Belakang Masalah

Proses pengelolaan struktur keuangan yang memungkinkan untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan, agar dapat berkembang dan berkompetisi dalam persaingan bisnis yang semakin ketat diperlukan beberapa aspek salah satunya yaitu masalah investasi. Masalah investasi merupakan salah satu masalah yang penting, disamping masalah-masalah pemasaran, sumber daya manusia, produksi, dan masalah lainnya. Hal ini menjadi tanggung jawab bagi manajer keuangan dalam mengambil keputusan.  Persoalan mengenai investasi ini sangatlah penting bagi perusahaan karena menyangkut masalah sumber dana untuk investasi, umur ekonomis, dan yang penting adalah mengenai expected return dari investasi tersebut. Salah satu jenis investasi yang cukup penting selain investasi jangka panjang adalah investasi jangka pendek yaitu jenis investasi pada modal kerja.

Dengan pengelolaan modal kerja yang baik, perusahaan akan dapat beroperasi dengan ekonomis dan aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan baik serta profitabilitas perusahaan dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi dan juga diharapkan perusahaan tidak akan mengalami kesulitan keuangan. Dengan demikian pengelolaan modal kerja mempunyai peran yang sangat penting bagi setiap perusahaan agar bisa berkembang sebagaimana yang diharapkan.  

Modal kerja selalu dalam keadaan operasi atau berputar dalam perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan usaha.Periode perputaran modal kerja dimulai  dari kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai saat kembali lagi menjadi kas.Semakin pendek periode tersebut berarti semakin cepat atau semakin tinggi perputaranya (turnover rate). 

Perputaran modal kerja dalam perusahaan perlu dijaga kelancarannya agar perusahaan dapat memperoleh laba yang diharapkan dalam rangka meningkatkan profitabilitas.Cepat lambatnya modal kerja akan mempengaruhi besar kecilnya dana yang terikat pada modal kerja. 

Perputaran modal kerja yang cepat menunjukan modal kerja yang digunakan semakin produktif dalam menghasilkan tingkat penjualan dan laba tertentu sehingga akan meningkatkan profitabilitas perusahaan.Tetapi perputaran modal kerja yang terlalu cepat namun akan menimbulkan dampak negatif terhadap tingkat profitabilitas atau likuiditas perusahaan. 

Hal ini diperkuat oleh pendapat A Tom Nelson (2000;690) berpendapat bahwa:
“The working is the life blood of business enterprise and must be circulating in the business to be profitable.Generally the faster the operating cycle, occurs, the better, because it indicates that working capital is being well manage. If company can shorten year while holding profit margin and expense constan, it will increase the profitability”. 

Dari hal tersebut dapat diketahui bagaimana hubungan antara modal kerja dengan tingkat profitablitas.Bahwa modal kerja dan manajemennya merupakan aliran darah dari sebuah perusahaan dan jika perputaran modal kerja dari suatu perusahaan akan meningkat, jadi pergerakan dari modal kerja merupakan kunci daripada profitabilitas suatu perusahaan. 

Sehingga setiap perusahaan harus berada dalam keadaan yang menguntungkan (profitable).Tanpa adanya keuntungan akan sulit bagi perusahaan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dan perusahaan akan sulit untuk menarik modal dari luar perusahaan,para direktur, pemilik perusahaan,dan terutama pihak manajemen perusahaan akan berusaha meningkatkan keuntungan ini, karena disadari betul betapa pentingnya arti keuntungan bagi masa depan perusahaan.

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk atau yang lebih dikenal dengan PT.Telkom Tbk merupakan perusahaan informasi dan komunikasi (InfoCom) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. Keberadaan PT.Telekomunikasi Indonesia,Tbk sangat menunjang dunia komunikasi di Indonesia dan mempermudah manusia dalam melakukan komunikasi. Agar tetap dapat melayani serta membantu masyarakat di dunia telekomunikasi, maka PT.Telkom membutuhkan modal kerja yang cukup sehingga pengelolaan manajemen modal kerja yang efektif dan efisien sangat di butuhkan bagi perusahaan serta tercapainya tujuan perusahaan untuk memperoleh laba. Dengan ditelitinya modal kerja maka diharapkan akan dapat terurai permasalahan yang terjadi dan bagaimana solusi untuk mengatasi masalah tersebut sehingga perusahaan ini terus maju dan keberlangsungan hidup perusahaan dapat terjamin. 

Berdasarkan uraian di atas, analisis terhadap laporan keuangan sangat penting artinya bagi suatu bank, maka dalam penulisan Tugas ini penulis tertarik untuk mengambil judul:  “INVESTASI DALAM MODAL KERJA DALAM BIDANG KAS, PIUTANG DAN PERSEDIAAN”.

1.2    Perumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
  • Bagaimana perkembangan perputaran modal kerja yang diukur oleh perputaran kas, perputaran piutang serta perputaran persediaan pada PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk?

1.3    Tujuan

Sesuai dengan pokok permasalahan yang ada, Makalah ini diharapkan dapat mencapai tujuan sebagai berikut:
  • Untuk mengetahui perkembangan perputaran modal kerja yang diukur oleh perputaran kas, perputaran piutang, serta perputaran persediaan pada PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk.
1.4    Gambaran Umum Perusahaan
1.4.1    Sejarah Perusahaan 

PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, biasa disebut Telkom Indonesia atau Telkom adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Telkom mengklaim sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan jumlah pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler sebanyak 104 juta.

Telkom merupakan salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (52,56%), dan 47,44% dimiliki oleh Publik, Bank of New York, dan Investor dalam Negeri. Telkom juga menjadi pemegang saham mayoritas di 13 anak perusahaan, termasuk PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

1.4.2    Visi dan Misi Perusahaan 

a)    Visi
Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information, Media, Edutainment dan Services (“TIMES”) di kawasan regional.

b)    Misi
•    Menyediakan layanan TIMES yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.
•    Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.

1.4.3    Struktur Organisasi

Telkom telah mencanangkan sebuah grand strategy menuju sustainable competitive growth, dengan sasaran sebagai berikut:
  1. Pertumbuhan organik yang akan dicapai dengan penguatan bisnis inti melalui fokus pada strategi segmentasi pelanggan yaitu layanan konsumer, layanan enterprise, dan layanan wholesale dan internasional, yang didukung oleh 10 juta sambungan POTS dan 5 juta sambungan Speedy.
  2. Pertumbuhan inorganik yang akan dicapai melalui strategi  relateddiversification  berupa pengembangan bisnis baru, pengelolaan portofolio strategis, serta membangun sinergi antara kami dan entitas anak kami.
Dalam rangka implementasi yang efektif dari strategi-strategi tersebut di atas, dipandang perlu adanya beberapa hal sebagai berikut:
  1. Direktur yang fokus menangani segmen layanan wholesale dan internasional
  2. Direktur yang fokus menangani pengembangan portofolio bisnis.
  3. Mekanisme atau model parenting yang mampu membangun sinergi antara Entitas Anak dengan Induk Perusahaan maupun antar-Entitas Anak.
Untuk itu, pada tahun 2012 Telkom telah melakukan beberapa perubahan menyangkut pembagian tugas dan wewenang Direksi, sebagai berikut:

  1. Mengalihkan tugas dan wewenang penanganan bisnis di segmenwholesale dan internasional, dari semula di bawah Direktur Enterprise & Wholesale (“EWS”) menjadi di bawah Direktur Compliance & Risk Management (“CRM”). Dengan demikian Direktur EWS dapat lebih fokus pada pengembangan segmen bisnis enterprise.
  2. Menambah tugas dan wewenang Direktur CRM untuk menangani segmen bisnis wholesale dan internasional, selain tugas dan wewenangnya sebagai Direktur CRM.
  3. Menyesuaikan tugas dan wewenang Direktur IT, Solution & Strategic Portfolio (“ITSSP”) agar lebih fokus pada upaya inovasi dan pengembangan portofolio bisnis, dengan mengalihkan sebagian aktivitas Direktorat ITSSP, khususnya yang terkait dengan pengelolaan dan pendayagunaan IT dan tarif, menjadi di bawah Direktorat Network & Solution (“NWS”).
  4. Menambah tugas dan wewenang Direktur NWS untuk menangani pengelolaan dan pendayagunaan IT serta service operation & management, untuk mendukung upaya pengembangan bisnis yang sudah berjalan (established).
Selain itu, untuk membangun sinergi yang lebih efektif di lingkungan Telkom Group, Kami membentuk struktur Dewan Eksekutif beranggotakan empat Direktur Utama dari Entitas Anak. Dewan Eksekutif menjalankan tugas advisoryterkait dengan formulasi strategi, perencanaan, penetapan kebijakan serta pemantauan kinerja, untuk masing-masing lini bisnis yaitu bisnis seluler, bisnis internasional, bisnis IME dan bisnis menara telekomunikasi.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN
1.1  TINJAUAN PUSTAKA
1.1.1        Pengertian Investasi Dalam Modal Kerja
Modal Kerja Modal kerja merupkan seluruh nilai aktiva atau harta yang dapat segera dijadikan uang kas dan digunakan perusahaan untuk keperluan sehari hari, misalnya untuk membayar gaji karyawan, pembelian bahan mentah, membayar ongkos angkutan, membayar hutang dan sebagainya.
Sedangkan menurut Weston dan Brigham (1994), mengemukakn bahwa modal kerja adalah investasi perusahaan pada aktiva jangka pendek, seperti kas, sekuritas yang mudah dipasarkan, piutang usaha dan persediaan. Kemudian menurut Khasmir dalam bukunya Pengantar Manajemen Keuangan,(kencana: 2010), hal: 210, Modal kerja didefinisikan sebagai modal yang digunakan untuk membiayai oprasional perusahaan sehari-hari, terutama yang memiliki jangka waktu pendek.
Modal kerja juga diartikan seluruh aktiva lancar yang dimiliki suatu perusahaan atau setelah aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar. Modal kerja yang diartikan seluruh aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar dinamakan modal kerja bersih Sedangkan manajemen modal kerja merupakan suatu pengelolaan investasi perusahaan dalam aset jangka pendek. Artinya bagaimana mengelola investasi dalam aktiva lancar perusahaan. Manajemen modal kerja melibatkan sebagian besar jumlah asset perusahaan. Bahkan terkadang bagi perusahaan tertentu jumlah aktiva lancar lebih dari setengah jumlah investasinya tertanam di dalam perusahaan.
Dalam manajemen modal kerja terdapat beberapa konsep modal kerja yang sering digunakan. Konsep modal kerja dibagi menjadi 3 :
a.       Konsep kuantitatif, menyebutkan bahwa modal kerja adalah seluruh aktiva lancar. Seluruh investasi dalam aktiva lancar, Konsep ini sering disebut dengan modal kerja kotor (gross working capital).
b.      Konsep kualitatif, merupakan konsep yang menitik beratkan kepada kualitas modal kerja. Dalam konsep ini melihat selisih antara jumlah aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Konsep ini disebut modal kerja bersih atau (net working capital).
c.       Konsep fungsional, menekankan kepada fungsi dana yang dimiliki perusahaan dalam memperoleh laba. Artinya, sejumlah dana yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk meningkatkan laba perusahaan.
2.1  PEMBAHASAN
2.1.1        Arti Penting dan Tujuan Manajemen Modal Kerja
Pentingnya manajemen modal kerja perusahaan, terutama bagi kesehatan keuangan dan kinerja perusahaan adalah:
a.       Bahwa kegiatan seorang manajer keuangan lebih banyak dihabiskan di dalam kegiatan oprasional perusahaan dari waktu kewaktu.
b.      Investasi dalam aktiva lancar, cepat sekali berubah. Perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap modal kerja perusahaan. Oleh karena itu, perlu manajemen modal kerja.
c.       Dalam praktiknya sering kali bahwa lebih dari separuh dari total aktiva merupakan bagian dari aktiva lancar (modal kerja perusahaan).
d.      Khusus bagi perusahaan kecil manajemen modal kerja sangat penting karena investasi dalam aktiva tetap dapat ditekan dengan menyewa, tetapi investasi lancar dalam piutang dan sedian tidak dapat dihindarkan harus segera terpenuhi.
e.       Bagi perusahaan yang relatif kecil fungsi modal kerja juga amat penting. Hal ini disebabkan perusahaan kecil, relative terbatas untuk memasuki pasar dengan modal besar dan jangka panjang.Pendanaan perusahaan lebih mengandalkan pada utang jangka pendek, yang tentunya dapat mempengaruhi modal kerja.
f.       Terdapat hubungan yang sangat erat antara pertumbuhan penjualan dengan kebutuhan modal kerja. Kenaikan penjualan berkaitan dengan tambahan, piutang, sedian, dan juga saldo kas.
Tujuan manajemen modal kerja bagi perusahaan adalah sebagai berikut:
a.       Modal kerja digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas perusahaan, artinya likuiditas perusahaan sangat tergantung kepada manajemen modal kerja.
b.      Dengan modal kerja yang cukup perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban pada waktunya. Pemenuhan kewajiban yang sudah jatuh tempo dan segera harus dibayar secara tepat waktu merupakan ukuran keberhasilan manajemen modal kerja.
c.       Memungkinkan perusahaan untuk memiliki sediaan yang cukup dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggannya.
d.      Memungkinkan perusahaan untuk memperoleh tambahan dana dari para kreditor, apabila rasio keuangannya, memenuhi syarat seperti likuiditas yang terjamin.
e.       Guna memaksimalkan penggunaan aktiva lancar guna meningkatkan penjualan dan laba.
f.       Perusahaan mampu melindungi diri apabila terjadi krisis modal kerja akibat turunnya nilai aktiva lancar.
Tujuan di atas akan dapat tercapai apabila modal kerja perusahaan dapat dikelola secara benar sesuai dengan konsep manajemen modal kerja. Dan ini merupakan tanggung jawab utama dari seorang manajer keuangan untuk mampu mengelolanya.
2.1.2        Faktor-faktor yang Mempengaruhi Modal Kerja
Modal kerja perusahaan dipengaruhi  oleh 4 faktor, yaitu:
a.       Volume Penjualan Perusahaan membutuhkan modal kerja untuk mendukung kegiatan operasional pada saat terjadi peningkatan penjualan.
b.      Faktor Musim dan Siklus Fluktuasi dalam penjualan yang disebabkan oleh faktor musim dan siklus akan mempengaruhi kebutuhan akan modal kerja.  
c.       Perubahan dalam Teknologi Jika terjadi pengembangan teknologi maka akan berhubungan dengan proses produksi dan akan membawa dampak terhadap kebutuhan akan modal kerja
d.      Kebijakan Perusahaan Kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan juga akan membawa dampak terhadap kebutuhan modal kerja. 
2.1.3         Sumber Modal Kerja
Berikut ini beberapa sumber modal kerja yang dapat digunakan, yaitu:
a.       Hasil oprasi perusahaan, maksudnya adalah pendapatan atau laba yang diperoleh pada priode tertentu.
b.      Keuntungan penjualan surat berharga, juga dapat digunakan untuk keperluan modal kerja. Besarnya selisih antara harga beli dan harga jual surat berharga tersebut.
c.       Penjualan saham, artinya perusahaan melepas sejumlah saham yang masih dimiliki untuk dijual kepada berbagai pihak.
d.      Penjualan aktiva tetap, maksudnya yang dijual aktiva tetap yang kurang roduktif atau masih menganggur.
e.       Penjualan obligasi, artinya perusahaan mengeluarkan sejumlah obligasi untuk dijual kepada pihak lainnya.
f.       Memperoleh pinjaman dari kreditor, terutama pinjaman jangka pendek. Khusus untuk pinjaman jangka panjang juga dapat digunakan, hanya saja peruntukan pinjaman jangka panjang biasanya digunakan untuk kepentingan investasi.
g.      Memperoleh dana hibah dari berbagai lembaga.
Dana ini biasanya tidak digunakan beban biaya sebagai mana pinjaman dan tidak ada kewajiban pengembalian.
Secara khusus sumber modal kerja : Sumber modal kerja untuk pembiayaan permanen merupakan modal yang digunakan untuk mempertahankan sirkulasi modal perusahaan agar tidak macet. Sumber utama modal kerja untuk pembiayaan permanen adalah modal sendiri namun juga masih kurang dapat ditambah dari pinjaman jangka panjang.
2.1.4        Fungsi atau Kegunaan Modal Kerja
Penggunaan Modal Kerja Secara umum dikatakan bahwa penggunaan modal kerja biasa dilakukan perusahaan untuk :
a.       Pengeluaran untuk gaji, upah, dan biaya oprasi perusahaan.
b.      Pengeluran untuk membeli bahan baku atau barang dagangan.
c.       Untuk menutupi kerugian akibat penjualan surat berharga.
d.      Pembelian aktiva tetap(tanah, bangunan, kendaraan, mesin dan lain-lain)
e.       Pembayaran utang jangka panjang
f.       Pengambilan uang atau barang untuk kepentingan pribadi. Penggunaan modal kerja di atas jelas akan mengakibatkan perubahan modal kerja, namun perubahan modal kerja tergantung dari penggunaan modal kerja itu sendiri.
Dalam praktiknya modal kerja suatu perusahaan tidak akan berubah apabila terjadi:
a.       Pembelian barang dagang dan bahan lainnya secara tunai
b.      Pembelian surat berharga secara tunai
c.       Perubahan bentuk piutang misalnya dari piutang dagang kepiutang wasel
2.1.5        Jenis-Jenis Modal Kerja
Bagi suatu perusahaan,tersedianya modal kerja yang memadai akan menjamin kelangsungan operasi perusahaan. Beroperasinya perusahaan itu akan mengalami perubahan yang nantinya mempengaruhi kebutuhan modal yang diperlukan. Modal kerja yang tersedia harus dapat menutupi beban-beban.
Penetapan besarnya modal kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan berbeda-beda, salah satunya tergantung pada jenis perusahaan. Berikut ini ada beberapa klasifikasi modal kerja menurut Bambang Riyanto dalam bukunya Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan (2001:61) yang mengutip pernyataan W.B.Taylor dalam bukunya Financial Politices Of Business Enterprise :
a.       Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital)
YaituModal Kerja yang harus tetap ada dalam perusahaan untuk menjalankan fungsinya, atau kata lain modal kerja yang secara terus-menerus diperlukan untuk kelancaran usaha. Permanent working capitaldapat dibedakan dalam :
·         Modal Kerja Primer (Primary working capital)Yaitu Jumlah Modal Kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usahanya
·         Modal Kerja Normal (Normal Working Capital)Yaitu Jumlah Modal Kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang normal. Pengertian normal disini adalah dalam artian yang dinamis.
b.      Modal Kerja Variabel (Variable Working Capital)
Yaitu Modal Kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan. Dan modal kerja ini dibedakan antara :
·         Modal Kerja Musiman (Seasonal Working Capital) berubah karena fluktuasi musim
·         Modal Kerja Siklis (Cyclical Working Capital) berubah karena fluktuasi konjungtur
·         Modal Kerja Darurat (Emergency Working Capital) berubah karena keadaan darurat
2.1.6        Sebab-sebabPerubahan Modal Kerja
a.       Adanya kenaikan sector modal baik yang berasal dari laba maupun adanya pengeluaran modal saham atau tambahan investasi dari pemilik perusahaan maka modal kerja akan bertambah
b.      Ada pengurangan atau penurunan aktiva tetap yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar karena adanya penjualan aktiva tetap maupun melalui proses depresiasi,modalkerja kan bertambah
c.       Ada penambahan hutang jangka panjang baik dalam bentuk obligasi, hipotek, atau hutang jangka panjang lainnya yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar, maka modal kerja akan bertambah
d.      Karena kerugian yang diderita oleh perusahaan, baik kerugian normal maupun kerugian exidentil.maka akan mengurangi modal kerja
e.       Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan-tujuan tertentu dalam jangka panjang.maka akan mengurangi modal kerja
f.       Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap maka akan mengurangi modal kerja
g.      Pengambilan uang atau barang yang dilakukan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi.
2.1.7        Unsur Pembentuk Modal Kerja
Dalam modal kerja ada beberapa unsur yang membentuknya,unsur unsur tersebut biasanya berwujud dalam bentuk investasi dalam modal kerja diantaranya :
1.      Investasi Dalam Persediaan Barang
Persedian barang atau oinventory sebagai elemen utama dari modal kerja merupakan aktiva yang slalu dalam keadaan berputar dan secara terus menerus mengalami perubahan
Penentuan besarnya investasi dalam inventory merupakan masalah yang penting bagi perusahaan. Karena inventory mempunyai efek yang langsung terhadap keuntungan perusahaan. Apabila terjadi kesalahan dalam penetapan besarnya investasi dalam inventory maka akan menekan keuntungan perusahaan.
Kesalahan penetapan besarnya investasi dalam inventory bisa berarti dua macam yaitu terlalu besar atau terlalu kecil. Apabila ternyata penetapan tersebut terlalu besar maka efek yang akan timbul antara lain memperbesar beban bunga, memperbesar biayapenyimpanan dan pemeliharaan serta turunnya kualitas. Pada akhirnya akan memperkecil keuntungan perusahaan, demikian juga apabila peneteapan tersebut terlalu kecil, maka akn menimbulkan efek yang menekan keuntungan, yaitu karena kekurangan material, dan perusahaan tidak dapat bekerja dengan luas produksi yang optimal.
Dalam perusahaan dagang hanya ada satu golongan inventory (persediaan) yaitu “marchandies inventory” (persediaan barang dagangan) yang mempunyai sifat perputaran yang sama. Tingkat perputaran barang dagangan dalam suatu periode tertentu dapat diketahui dengan cara sebagai berikut :




Dengan mengetahui perputarannya maka dapat ditentukan pula hari rata rata penjualan atau hari rata rata barang disimpan digudang yaitu dengan membagi hari dalam sutu tahyn dengan marchandise turnover
Untuk lebih lanjut silahkan download file docx nya disana =>  download investasi modal kerja.docx, untuk ppt nya silahkan download di =>  download ppt investasi modal kerja.pptx
Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2017 Yuli Agustiani - All Rights Reserved - Created By BLAGIOKE Diberdayakan oleh Blogger